Contoh Drama Monolog


Contoh Drama Monolog

contoh drama monolog​

1. contoh drama monolog​


POHON TANPA AKAR

Karya : Maila

Sejarah negeri ini selalu mencatat orang-orang yang berani mempertahankan hak miliknya sebagai pahlawan. Keberanian itulah yang hendak aku tunjukkan pada dunia. Apakah kalian akan meninggalkan tempat ini karena milik kalian telah hilang? Apakah kalian menyerah hanya karena suara suara dan bayangan yang tidak nyata itu? Jawab.....
Nah, itu, ketakutan itulah yang membuat kalian kalah. Aku akan tetap disini. Akan aku rebut kembali segala milikku yang dirampas olehnya. Kalau kalian mau pergi, pergilah.....
.
.
.
Semoga dpt membantu;)
Jadikan Jwbn saya terbaik yhaa!!!KUCING HITAM

Karya : Edgar Allan Poe

Untuk cerita amat ajaib ini, yang terjadi dalam rumahku dan hendak kami paparkan, sama sekali aku tidak mengharap bahwa orang-orang akan percaya. Gila rasanya mengharap begitu, dimana aku sendiri tidak percaya dengan indraku sendiri. Namun gila pun aku tidak sama sekali aku tidak bermimpi. Tapi besok, besok aku akan mati, maka sekarang harus kubuang beban yang menghimpit jiwaku ini. Tak ada keinginanku untuk memaparkan pada dunia serangkaian peristiwa dirumah secara sederhana dan pendek, tanpa dibumbui.


2. Bagaimana Contoh Drama Monolog


Kepada A moral yang terkasih.
Baru saja aku menerima suratmu. Tentang musibah yang melanda umat manusia di negerimu. Kau Tanya aku tentang bagaimana mangatasi akibat dari itu semua. Umumnya manusia menyalahkan Tuhan. Padahal menurutmu, ini bencana alam. Alam bergeser dari taksirnya menuju takdir yang baru dalam kurun ruang dan waktu.

Kalau boleh kujawab bisa. Bisa saja itu. Kalau menurut keyakinanmu begitu. tapi bolehkah aku bertanya satu hal saja: manakah yang lebih dulu ada? Tuhan atau alam?MESIN TIK YANG MATI

karya NN“Hentikan !!!! sudah cukup, sudah muak aku meladeni kau dan kelakuan konyolmu tiap hari. Sudah cukup aku biarkan diriku mendengarkan celotehan konyolmu, bahkan jarimu saja sudah tak kuasa lagi mengikuti kemauan otakmu yang sudah seharusnya kau kubur puluhan tahun yang lalu. Aku lelah !!!!”

Terkapar

karya: W. Hermana HMTKalian pasti tidak tahu apa yang saya lakukan? Tentu, jangankan kalian. Aku sendiri yang melakukannya tidak paham. Bingung, bukan? Sama aku juga bingung. Ya, memang begitulah kondisi sekarang ini. Kita selalu berhadapan dengan persoalan yang membingungkan, bahkan tidak mengerti sama sekali. Begini salah, begitu salah. Kesini kejedat, kesitu kejedot. Padahal kita harus memilih dan memastikan pilihan kita sendiri. Apa mau merah, kuning, hijau, biru, hitam atau yang lainnya. Namun semua itu tampak absurd. Jadi...tidak tahu mana yang mesti dipilih. Maka ujung-ujungnya banyak orang yang asal pilih atau mungkin salah pilih.


3. contoh drama monolog​


Jawaban:

Drama yang dilakukan oleh seorang pemeran bisa juga menggunakan cermin

Atau drama yang membuat satu percakapan tetapi dengan diri sendiri


4. Tuliskan contoh drama monolog(sendiri) tentang corona​


Jawaban:

Alif:semoga virus yang sedang mewabah ini cepat berakhir ( gumamnya didalam hati )

Jawaban:

Tema : mencegah virus corona

Prolog : Di sebuah tempat khususnya d rumah sakit, ada seorang Ibu-ibu yang datang ingin menemui dokter untuk memeriksa kesehatannya

Dialog : Doktor: Hallo Bu, Ada yang bisa dibantu?

Patient: Saya mengalami sakit tenggorokan demam dan flu dok.

Doctor: Sudah berapa lama Ibu merasakannya?

Patient: Sekitar seminggu yang lalu, seingat saya.

Doctor: Baik. Apakah Ibu merasakannya setelah melakukan aktifitas?

Patient: Iya dok, setelah beraktifitas saya merasakan flu, batuk, dan demam.

Doctor: Oke, ada kemungkinan ibu terkena virus corona.

Patient: Apa dok, virus korona?(panik).

Doctor: Iya, untuk mengetahui lebih lanjut mari kita periksa dulu ya bu!

Patient: Iya dok.

Dan akhir nya dokter pun mengambil keputusan untuk memeriksa pasien Ibu-ibu ini.

Doctor: Saya sudah melalukan pemeriksaan terhadap Ibu, dan hasilnya ibu fositif terkena infeksi virus corona.

Patient: Lalu bagaimana cara mencegahnya dok agar tidak terjadi terlalu parah?

Doctor: Saya akan memberi ibu resep obat dan cara pencegahannya. Untuk obat ibu bisa langsung ke apotik yang ada d rumah sakit ini. Dan untuk pencegahannya Ibu bisa ikuti saran saya.

1. Cuci tangan sampai bersih sebelum dan setelah beraktifitas

2. Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan seseorang yang tidak kita kenal untuk tidak menimbulkan hal hal yang negatif

3. Hindari menyentuh area hidung, mulut, dan mata

4. Hindari hewan (hidup atau mati), pasar hewan, dan produk daging mentah

5. Jika terjadi sesuatu, segera periksa ke dokter

Pasien: Iya dok, saya akan mengikuti saran dokter, Klo begitu saya pamit pulang ya dok. Terimakasih

Dokter: Iya silahkan bu, sama-sama, hati-hati d jalan ya bu

Pasien : Iya, mari dok.

Dokter: Mari

Akhirnya ibu tersebut pulang ke rumah

Setelah beberapa hari kemudian ibu trsebut merasakan bahwa kesehatannya semakin membaik setelah mengikuti saran yang dokter berikan. Dua minggu berlalu, ibu Nia(pasien) kembali menemui dokter yang telah mengobatinya.

Dokter: Ibu datang lagi, apakah ibu merasakan sesuatu?

Pasien: Iya dok, saya kesni untuk memeriksa kesehatan saya kembali apakah saya masih menderita infeksi atau tidak?

Dokter: Baik kalo begitu kita langsung periksa ya!

Satu menit kemudian......

Dokter: Selamat bu, akhirnya sekarang ibu d nyatakan jauh dari infeksi virus corona, Ibu sembuh.

Pasien: Bener dok?, alhamdulillah. Makasih ya dok, berkat obat dan saran yang dokter berikan saya bisa sembuh.

Dokter: Iya, sama-sama, Tapi ibu sembuh bukan berarti ibu tidak mengikuti saran saya lagi, Ibu harus tetap mencegah nya agar tidak terjadi lagi.

Epilog : Pasien: Iya dok, kali ini saya akan lebih waspada lagi terhadap infeksi virus korona. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Dan pada akhirnya Virus yang di alami Ibu Nia (pasien) Fositif sembuh. Dan lebih berhati hati lagi terhadap COVID-19.

SemogaMembantu.....

(^_^)(^_^)(^_^)


5. Pementasan drama itu diawali dengan sebuah monolog. Monolog adalah


Monolog adalah Percakapan seorang pemain dengan diri sendirinyaMonolog adalah percakapan seorang pelaku dengan dirinya sendiri atau berbicara dengan diri sendiri

6. contoh naskah drama monolog​


Jawaban:

Tikus di Sawah

SEORANG PETANI DATANG DENGAN CANGKUL DI PUNDAKNYA. IA MENARUH CANGKUL, KEMUDIAN DUDUK DAN MENGIBASKAN KAOSNYA KARENA GERAH.

“Semakin hari bertani makin susah. Dulu sama Soeharto, petani dipaksa menanam padi. Semua orang terpaksa makan nasi. Makan ubi, singkong, jagung, talas, dan sagu dianggap bodoh. Makan nasi dianggap beradab. Adab, adab Bapakmu!”

Penjelasan:

maaf klo salah


7. contoh drama monolog singkat


MESIN TIK YANG MATI

karya NN

“Hentikan !!!! sudah cukup, sudah muak aku meladeni kau dan kelakuan konyolmu tiap hari. Sudah cukup aku biarkan diriku mendengarkan celotehan konyolmu, bahkan jarimu saja sudah tak kuasa lagi mengikuti kemauan otakmu yang sudah seharusnya kau kubur puluhan tahun yang lalu. Aku lelah !!!!”

8. Contoh monolog dina naskah drama?


bus adalah angkutan umum

besar yang bergunaan untuk mengangkut banyak orang dari satu tempat ke tempat lain. salah satu kendaraan beroda 4 ini memilik macam jenis ukuran yang berbeda beda

mungkin kalau di jakarta,bus paling terkenal adalah trans jakarta. transjakarta saja, bukan transjakarta atau buswey.

maaf kalau salah


9. Berikan contoh monolog, prolog,epilog dalam text drama


Saya ambil dari buku.bse

10. contoh naskah drama monolog dengan tema sedih


pelajaran indonya smp atau sma?plajaran bahasa indonesia smp atau sma

11. berikan contoh teks naskah drama monolog tentang olahraga​


Pak Eko: Anak-anak hari ini kita bakalan latihan lari.

Ratna:aduh gimana ya,aku paling gak bisa lari, gimana kalau aku nanti tersandung batu.

Tya:ada apa Ratna kenapa wajahmu kok kelihatan resah?

Ratna:Jadi gini tya,aku gak bisa lari,aku takut tersandung,aku dulu waktu lari tersandung batu.Aku takut tya.

Tya: gapapa kok rat,coba aja dulu.

Ratna:aku takut tya.

Tya:kamu harus berani ratna,kamu pasti bisa.

(Akhirnya ratna mau mengikuti latihan lari)

Pak Eko: bersedia,siapp,muulaiii.

(Ratna pun berlari, tiba-tiba ia tersandung dan jatuh,ratna menangis.Tya berhenti berlari dan menolong ratna)

Tya:ayo rat kita ke UKS.Aku bantu jalan.

Ratna: makasih tya,kamu memang sahabat terbaikku


12. contoh teks drama monolog tentang corona/covid 19?


Jawaban

Perannya Ayah dan Radho

Hanya dimainkan oleh Radho

Radho ="Ayah.. Ayah tidak takut dengan covid 19?"

Ayah ="Ayah tidak takut, selama kita berada didalam rumah"

Radho ="Apakah kita harus menjaga kebersihan yah?? Agar Virus Corona terhindar"

Ayah ="Iya, Kamu juya menjaga kebersihan tubuh"

Radho ="Oke yah, aku janji akan menjaga kebersihan"

Selesai


13. contoh teks drama monolog dalam bahasa sunda ​


kalau bahasa Sunda saya tidak bisa tapi saya usahakan kok oke saya jawab ya

jadi ceritanya Kiki lagi naik sepeda kan terus Kiki jatuh terus datang sihi Diki sahabat terbaik Sih Kiki

percakapan:

Kiki: halo Diki

Diki: halo juga Kiki

Kiki: kamu enggak naik sepeda

Diki: enggak ban sepeda aku kempes

Kiki: ikut aku yok

Diki:kemana

Kiki:ikut ajalah

Diki:oke

Kiki: kita ke lapangan yok

Diki:ayok

kiki: kamu lagi nengok apa?

Diki: aku lagi nengok ini

Kiki: yaudah kalau begitu aku deluan ya

tiba-tiba Kiki jatuh dan menangis

lalu diki membantu sih Kiki

Diki:kamu enggak apa-apa Kiki

Kiki:aku enggak apa-apa kok Diki

Diki: syukurlah kalau begitu

nah itu ya

Penjelasan:

terima kasih atas kalian semuanya❤️⚫⬛⚪


14. contoh monolog drama basa Sunda tentang sababiah longsor?​


Jawaban:

membantu berbagi donasi


15. Contoh naskah drama yang terdiri dari epilog monolog


Jalan Kehidupan

Di suatu kuliahan yang banyak terdapat murid-murid pintar yang sebentar lagi menghadapi ujian. Diantara mereka terdapat 3 pelajar yaitu Shaila, Bagas, dan Rio yang sedang mempersiapkan ujian.

Shaila : " Kalian udah siap buat ujian besok? "

Bagas : " Pasti siaplah, kan Gue sudah belajar "

Rio : " Gue juga sama "

Shaila : " Gimana kalau orang yang dapet nilai paling rendah Dia harus kena hukuman "

Bagas + Rio : " Ayo! "

Shaila : " Ngomong-ngomong pas udah lulus kalian mau kerja dimana? "

Bagas : " Kalau Gue sih mau kerja di rumah sakit jadi dokter "

Rio : " Kayaknya nanti Gue mau jadi dokter juga "

Bagas : " Yang bener?. Liat darah aja takut, masa bisa jadi dokter. Kalau ada yang mau dioprasi Lo mau nyuruh Dia oprasi dirinya sendiri? "

Rio : " Ga gitu juga kalo. Nilai ulangan Guekan selalu di atas kalian, mendingan kalian belajar yang bener. Trust me it works! "

Semuanya tertawa kecil dan pada keesokan harinya mereka mengerjakan ulangan tanpa ada halangan yang berarti. Setelah mereka mendapatkan kertas ulangan mereka masing-masing mereka langsung berkumpul dan membahas tentang kertas ulangan itu.

Rio : " Gimana nilai ulangan kalian? "

Shaila : " Gue dapet 92 "

Bagas : " Cuman dapet 78 "

Rio : " Seperti biasanya, Kamu kena hukuman lagi Bagas, karena nilai Aku yang paling tinggi jadi Aku yang nentuin hukumannya. Apa yah. Gini aja, hukumannya Kamu harus dapetin, pelajaran tambahan "

Bagas : " Haah. Gue kira apaan "

Shaila : " Ngomong-ngomong bentar lagi kita lulus ya? "

Rio : " Ya, tinggal 2 bulan lagi "

Bagas : " Ga kerasa udah mau lulus aja "

2 Bulan kemudian mereka lulus dan mendapatkan satu kepal pesaraan yang bercampur. Setelah beberapa bulan mereka bertemu lagi disebuah warung.

Bagas : " Kita mampir dulu yu kesini "

Shaila : " Ayu "

Bagas : " Mas!. Tolong roti sama minumannya 2 "

Shaila : " Ngomong-ngomong gimana pekerjaan Lo? "

Bagas : " Biasalah kenaikan gaji, perencanaan membuat rumah sakit, dan lain-lain. Emangsih ada beberapa masalah tapi gak terlalu ribet juga "

Shaila : " Gue gak nyangka Lo bisa sesukses ini, padahal lo baru aja lulus "

Bagas : " Mungkin Gue bisa sukses karena faktor wajah, maksud Gue keberuntungan. Eh! Lo Rio? "

Rio : " Eh Bagas, Sarah. Udah lama gak ketemu " ( Nyimpen roti dan minuman )

Shaila : " Lo lagi ngapain? "

Rio : " Lagi kerja "

Shaila : " Jadi tukang warung? "

Rio : " Ya apa lagi "

Bagas : " Kok lo bisa jadi kayak gini "

Rio : " Ya awalnya Gue pede karena nilai Gue gede tapi karena Gue takut darah dan praktek Gue gak terlalu rapih ya jadi gini "

Bagas : " Hmm. Yang sabar ya Jo "

Akhirnya perjuangan Jojo menuntut ilmu tidak terlalu berguna. Pada saat Dia lulus beribu-ribu bahkan berjuta-juta orang juga ikut lulus. Sekarang banyak orang yang diterima bekerja bukan karena nilainya tapi karena kemampuannya. Nilai hanyalah angka, tidak menentukan kesuksesan.

Belajar itu penting tapi fokus dan terus berusaha mengejar dan merencanakan cita-cita lebih penting. Jangan berpikir " Gimana nanti " tapi berfikirlah " Nanti gimana ". Sekarang ini banyak lulusan S 1 yang pekerjaanya tidak sesuai dengan sekolahnya seperti yang Jojo alami.

TAMAT

Saat ini anda sudah membaca tentang Contoh Naskah Drama epilog dan prolog yang kami berikan diatas, semoga bisa menjadi info bermanfaat ya, dan jangan lupa baca selengkapnya disini untuk Kumpulan Naskah Drama yang lainnya juga.


16. Tulislah contoh sebuah monolog dalam naskah drama!


'aku bukanlah jelmaan bidadari yang kau harapkan untuk selalu menemanimu dikala sulit maupun senang. aku hanya jelmaan manusia biasa yang tidak bisa seperti seorang bidadari'

17. Buatlah contoh drama monolog tentang covid 19


Jawaban:

Beberapa hari lalu, di tengah pandemi Covid-19, saya mendapatkan tugas penting. Melakukan penelitian dan pengumpulan data yang sifatnya harus segera didapatkan. Saya harus melakukan perjalanan setidaknya ke tiga kota yang berbeda. Wah, ngeri-ngeri sedap ini.

Tapi tak apa. Saya hanya perlu menjaga diri dengan menyiapkan alat pelindung diri (APD) dan menghindari bersentuhan dengan orang lain. Hand sanitizer selalu ada di kantong. Setiap mau naik dan setelah turun dari bus dan juga setiap akan makan atau minum saya selalu cuci tangan instan dengan hand sanitizer.

Selain itu berusaha untuk tidak menyentuh wajah. Jika harus menyentuh maka saya akan menggunakan tisu. Dan tak lupa memakai masker agar bila bersin atau batuk tidak mengganggu orang terdekat.

Merepotkan memang. Tapi harus berangkat karena tuntutan pekerjaan dan panggilan hati. Saya juga penasaran bagaimana kondisi orang-orang yang terpaksa harus melakukan perjalanan seperti saya di tengah wabah yang tengah merebak.

Di awal perjalanan dari kampung menuju kota terdekat belum begitu terasa perubahannya. Mungkin karena para penumpang rata-rata adalah penumpang jarak dekat antarkecamatan dan antardesa. Hanya satu dua yang menuju kota.

Tapi ketika memasuki terminal di kota perbedaan itu mulai jelas terlihat. Setiap penumpang yang turun dari bus harus di-scan dulu suhu tubuhnya oleh petugas dari PMI dan Dinas Perhubungan. Lalu ditanya apakah ada keluhan kesehatan?. Setelah itu juga harus cuci tangan dengan sabun sebelum menuju terminal keberangkatan.

Masih belum cukup, sebelum naik bus antarkota juga ada petugas yang meminta agar cuci tangan dulu. Dan di dalam bus pun disediakan hand sanitizer di dekat pintu bus. Memang saya lihat masih banyak yang belum menyediakannya karena sifatnya hanya himbauan. Tapi bus yang saya tumpangi menyediakan hand sanitizer di dekat pintu.

Meskipun kebanyakan penumpang tidak menggunakan fasilitas itu, tapi upaya dari pengusaha otobus itu patut diapresiasi.

Dari obrolan dengan salah satu awak bus saya dapat informasi bahwa telah terjadi penurunan penumpang sampai hampir separuhnya. Hal ini membuat perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi armada yang beroperasi dan penurunan besaran setoran. Selain itu untuk para awak busnya diberlakukan sistem bergilir sebagai konsekuensi pengurangan armada.

“Aduh Mas, pokoknya harus pintar-pintar berhemat. Ini lebih parah dari krisis 1998 kayaknya,” kata bapak paruh baya yang jadi kenek bus yang saya tumpangi.

“Untuk bus jarak jauh antar kota antarprovinsi malah lebih parah lagi Mas, penurunannya sampai 75%, banyak bus yang dikandangkan,” tambahnya.

Ketika mau check in di hotel langganan saya ketika singgah di kota itu, ada juga prosedur layanan yang berubah, yaitu self check in. Mengisi formulir check in sendiri lalu diletakkan di meja bersama kartu identitas baru diambil oleh petugas hotel. Semua petugas juga memakai masker. Physical distancing terasa banget di hotel itu.

Sebelum mengisi formulir check in juga diharuskan untuk cuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan. Seorang satpam terus mengawasi dari jarak 1,5 meter memastikan semua mengikuti prosedur. Di berbagai sudut ruangan dan lorong juga banyak ditempel imbauan terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurut petugas hotel, tingkat hunian hotel juga menurun drastis sejak merebaknya pandemi Corona. Malam itu katanya hanya ada 10 tamu termasuk saya. Padahal biasanya rata-rata perhari tingkat hunian di atas 75%


18. tempat pementasan drama disebut monolog adalah contoh surat resmi adalah


monolog adalah percakapan seorang diri
tempat pementasan drama adalah teater
contoh surat resmi salah satunya surat yang dikirimkan satu lembaga kepada lembaga lainnya

19. Tolong cariin contoh naskah drama monolog


Mudasir? Kamu Mudasir? Bagaimana caranya kamu masuk kamar ini? Mudasir? Kenapa? Tidak kenal saya lagi? Saya Atikah. Isterimu. Dulu, kamu mengantar saya ke Jakarta. Kita berpisahan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kamu cerita di surat, sehabis mengantar saya kamu langsung pulang ke kampung mengurus sawah. Sampai setahun lebih kita saling berkirim surat. Sesudah musibah datang, surat-suratmu tidak datang lagi. 

Jangan pergi, Mudasir. Jangan tinggalkan saya. Apa saya sudah tidak punya daya tarik lagi? Kamu dulu sering bilang saya cantik. Saya memang cantik. Kecantikan yang alami, tanpa gincu dan bedak. Kamu suka saya apa adanya. Kamu sering bilang begitu. Ini saya, Atikah. Saya tahu, penyiksaan ini bikin saya tidak secantik dulu lagi. Kalau ada cermin di kamar ini, mungkin saya bisa segera tahu. Wajah saya bisa saja sudah seperti gombal busuk. Bacin dan tidak layak dipandang-pandang. Bikin jijik ya? 

Tapi, Mudasir, kamu menikahi saya lahir batin ‘kan? Kamu bukan hanya menikahi wajah saya? Kalau memang benar kamu di sini, tolong saya. Keluarkan saya dari sekapan ini. Lalu kita pulang kampung bersama-sama. Tidak perlu melapor kepada Police Raja Diraja, tidak guna melapor kepada Menteri Tenaga Kerja. Kita warga negara Indonesia, bukan warga negara Philipina. Beruntunglah mereka yang berasal dari Philipina. Bahkan presiden mereka pun peduli kepada nasib para tenaga kerjanya, terutama yang bekerja di manca negara. Kita? Kalau banyak uang, diperas sampai habis tulang sumsum. Tapi kalau ada musibah, pura-pura tidak tahu, diabaikan.

Mudasir, itu kenyataan. Kita binatang penghasil devisa negara. Sebutan pahlawan hanya slogan. Bukan kenyataan. Cuma khayalan para birokrat yang baru menduduki kursi jabatan. Agar kelihatan bekerja di mata atasan, dan disebut punya kesetiakawanan yang kuat terhadap sesama warganegara.DI MANA BADANKU?

Terinspirasi dari Novel “Umang”Ditulis kembali oleh Mei Sartika/XII AK 1/36   TOKOH:MAYANGSARI : 25 tahun; santriwati; selalu ingin tahu

Aku seorang Umang. Aku juga yatim piatu. Sebenarnya aku dari Pulau Sumatra, tapi entah mengapa, aku bisa sampai di suatu pesantren di Pulau Jawa. Aku tertarik mempelajari ilmupangracutan sukma yang aku baca dari buku kuno di perpustakaan Masjid Istiqlal di Jakarta. Setelah berpuasa 7 hari dengan hanya sahur dan berbuka dengan kunyit, akhirnya aku berhasil mempraktikannya dan bertemu dengan wanita cantik penguasa Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Dan sekarang, aku ingin pulang.Mayangsari    :  (memasuki pekarangan masjid) Assalamu’alaikum… Kok tidak ada yang menjawab ya? Oh, iya. Ini kan rohku. Mana ada yang bisa mendengarku. (menepuk jidad)Mayangsari    :  (berjalan beberapa langkah menuju jasad ditinggal) Lho, ke mana? Ke mana jasadku? Siapa yang menggesernya? Tadi jelas ada di sini.Mayangsari    :  Nah itu Zahra, Azizah, Ustadzah Murni, dan teman-teman yang lain. Tapi, kenapa semua tampak sedih? Kenapa mereka menangis? Ada apa ini?Mayangsari    :  (kembali bingung mencari jasad) Aduh!! Di mana sih badanku? Aku harus kembali ke badanku. Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi.Mayangsari    :    Hah?? Mayat?? Mayat siapa itu? Ini jam berapa sih? (melihat ke arah jam dinding) Jam 10.50. Ini siang atau malam? Sayang aku tidak bisa membedakannya. Andai saja aku sudah kembali ke badanku, pasti aku tahu ini siang atau malam. Wah!! Lampu masjid tidak menyala. Berarti ini siang.Mayangsari    :  (mencoba mendengar pembicaraan teman-teman) Kok tidak ada di mana-mana ya? Pasti ada yang main-main sama badanku. Aduh, mereka itu ngomong apa sih? Andai saja aku bisa mendengarnya.Mayangsari    :    (melihat sekeliling masjid) Ke mana lagi aku harus mencarinya? Aku harus segera tahu siapa yang meninggal itu. Apakah mungkin Ustadzah Rahmi? Aku tidak melihatnya di manaun. Kalaupun iya, aku harus ikut memandikan dan menyalatinya.Mayangsari    :    Bod*h!! Kenapa aku tidak mencari tahu dengan membaca tulisan di nisan itu? (mendekati nisan) Astaghfirullahaladzim!! Tidak.. Aku belum mati.. Aku masih hidup. Zahra, Azizah, aku masih hidup. Heii!! Dengarkan aku!!Mayangsari    :  Satu-satunya jalan agar orang dapat mendengar teriakank adalah kembali ke badanku. Aku harus membaca mantra. (konsentrasi membaca mantra) Ya Allah izinkan aku kembali ke badanku. Sakwise lelungan, sakwise ngumbara, mbalek menyang raga, mbaleko menyang raga. Gampang tanpa alangan, gampang kaya dene metu …Mayangsari  :    Aku sudah kembali (bergumam)Hei, aku masih hidup, aku belum mati. (bangun sambil melepas kain kain penutup kepala)

Jangan takut! Ak masih kenal kalian.Aku masih ingat kalian.

Aku masih Mayangsari seperti yang kalian kenal.

Suasana tenang kembali. Ustadzah Murni merangkulku. Disusul Zahra, Azizah dan teman-teman yang lain. Mereka bergantian memelukku. Suasana duka berubah menjadi bahagia bercampur haru biru.

20. contoh drama monolog tentang seorang pasien yg sedang sakit


buat ceritanya dulu baru di praktek kan

Video Terkait


Belum ada Komentar untuk "Contoh Drama Monolog"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel