Nilai Nilai Yang Terkandung Dalam Novel Sejarah Pangeran Diponegoro


Nilai Nilai Yang Terkandung Dalam Novel Sejarah Pangeran Diponegoro

nilai nilai yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro

Daftar Isi

1. nilai nilai yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro


Jawaban:

mengajarkan kita supaya tidak terjebak ke jalan yang salah tapi meluruskan kita untuk berbuat lebih baik lagi...

#semogamembantu

Jawaban:

mengajarkan kita untuk menuju ke jalan yang lurus atau mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan

#semogamembantu


2. nilai nilai yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro​


Jawaban:

Banyak banget sampai jika disebutkan butuh waktu 1 jam lebih


3. Nilai yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro


Jawaban:

1. Nilai Moral: Tokoh seperti Patih Danurejo II dan Jan Willlem Van Rijnst, keduanya adalah tokoh yang sangat oportunis, plin-plan, licik dan tidak memiliki prinsip hidup. Mereka berdua merupakan sosok-sosok antagonis yang mencla-mencle yang menjalani kehidupannya dengan penuh kepura-puraan. Semua itu adalah cara untuk menggapai cita-cita mereka masing-masing. Orang-orang seperti itu akan selalu ada, mereka tidak memiliki rasa setia kawan maupun prinsip hidup. Mereka hanya memuja kesenangan belaka. Setelah membaca sekelumit potongan novel tersebut, kita mendapat pesan moral, jangan jadi seperti mereka.

2. Nilai Budaya: Nilai kebudayaan dalam novel Pangeran Diponegoro terlihat melalui beberapa kalimat di antaranya penggunaan kata-kata bahasa jawa seperti, sugeng, tolek, wisesa ruhani dll. Kemudian, disebutkan juga kelebihan bangsa Jawa yang peka terhadap suara hati. Lalu, penyebutan kata Wayang dan macapat yang merupakan budaya jawa.

3. Nilai Sosial: Nilai sosial bisa kita temukan dalam kutipan novel pangeran Dipongero yakni ketika terjadi interaksi di antara dua orang dengan latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda, melakukan pertemuan dan dialog.

4. Nilai Ketuhanan/ Religi: Nilai ketuhanan adalah dimunculkannya latar belakang agama Jan Willem Van Rijnst yaitu Katolik dan Protestan. Selain itu disebut juga agama Hindu Buddha dan Islam.

Penjelasan:

kutipan 1 :

"tuan," kata danurejo 11,menundukkan kepala untuk menunjukkan sikap rendah hati, tapi dengan meninggikan rasa percaya diri dalam niat hati untuk menghasut. "barangkali Tuan akan menganggap enteng perkara ini. Tapi, sebaiknya Tuan ketahui- sebab maaf, tuan masih baru di- sini bahwa kami, bangsa Jawa, sangat peka terhadap Suara Hati, yaitu perasaan dalam tubuh Insani yang sekaligus menjadi Wisesa ruhani."

Nilai Budaya dalam kutipan diatas adalah bangsa Jawa sangat peka dengan suara hatinya.


4. Buatlah nilai nilai yang terkandung dalam novel sejarah pangeran Diponegoro menjadi teks eksplanasi!​


Jawaban:

Nilai-nilai yang terkandung dalam novel sejarah Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil, adalah :

1. Nilai Moral

Nilai yang yang dapat memberikan atau memancarkan petuah atau ajaran yang berkaitan dengan etika atau moral.

Note : Semoga bermanfaat.

Tokoh seperti Patih Danurejo II dan Jan Willlem Van Rijnst, keduanya adalah tokoh yang sangat oportunis, plin-plan, licik dan tidak memiliki prinsip hidup.

Orang yang cerdik akan bertindak dengan pengetahuan, tetapi yang bebal akan mengumbar kebodohannya.

2. Nilai Budaya

Nilai yang dapat memberikan atau mengandung hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat, peradaban, atau kebudayaan.

Penjelasan :

Terlihat melalui beberapa kalimat di antaranya penggunaan kata-kata bahasa jawa seperti, sugeng, tolek, wisesa ruhani dll. Kemudian, disebutkan juga kelebihan bangsa Jawa yang peka terhadap suara hati. Lalu, penyebutan kata Wayang dan macapat yang merupakan budaya jawa.

Nilai budayanya adalah bangsa Jawa sangat peka dengan suara hatinya dan piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat merupakan kekuatan bangsa.

3. Nilai Sosial

Nilai yang berkaitan dengan tata pergaulan antara individu dalam masyarakat.

Penjelasan:

Bisa ditemukan pada kutipan novel tersebut ketika terjadi interaksi di antara dua orang dengan latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda, melakukan pertemuan dan dialog.

4. Nilai Ketuhanan

Nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan atau bersumber pada nilai-nilai agama.

Penjelasan:

Dimunculkannya latar belakang agama Jan Willem Van Rijnst yaitu Katolik dan Protestan. Selain itu disebut juga agama Hindu Buddha dan Islam.

Penjelasan:

Penjelasan:

1. Nilai Moral

Nilai yang yang dapat memberikan atau memancarkan petuah atau ajaran yang berkaitan dengan etika atau moral.

Penjelasan:

Tokoh seperti Patih Danurejo II dan Jan Willlem Van Rijnst, keduanya adalah tokoh yang sangat oportunis, plin-plan, licik dan tidak memiliki prinsip hidup.

Orang yang cerdik akan bertindak dengan pengetahuan, tetapi yang bebal akan mengumbar kebodohannya.

2. Nilai Budaya

Nilai yang dapat memberikan atau mengandung hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat, peradaban, atau kebudayaan.

Penjelasan:

Terlihat melalui beberapa kalimat di antaranya penggunaan kata-kata bahasa jawa seperti, sugeng, tolek, wisesa ruhani dll. Kemudian, disebutkan juga kelebihan bangsa Jawa yang peka terhadap suara hati. Lalu, penyebutan kata Wayang dan macapat yang merupakan budaya jawa.

Nilai budayanya adalah bangsa Jawa sangat peka dengan suara hatinya dan piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat merupakan kekuatan bangsa.

3. Nilai Sosial

Nilai yang berkaitan dengan tata pergaulan antara individu dalam masyarakat.

Penjelasan:

Bisa ditemukan pada kutipan novel tersebut ketika terjadi interaksi di antara dua orang dengan latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda, melakukan pertemuan dan dialog.

4. Nilai Ketuhanan

Nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan atau bersumber pada nilai-nilai agama.

Penjelasan:

Dimunculkannya latar belakang agama Jan Willem Van Rijnst yaitu Katolik dan Protestan. Selain itu disebut juga agama Hindu Buddha dan Islam.

SEMOGA BERMANFAAT YA

JADIKAN JAWABAN INI YG TECERDAS YA


5. nilai nilai novel bersejarah pangeran diponegoro​


Jawaban:

- tetap semangat melawan penjajah walau harus bergerilya/ sembuyi

maaf cuma tau itu


6. Nilai-nilai yang terkandung dalam novel Pangeran Diponegoro !


Jawaban:

Novel sejarah adalah novel yang menjelaskan atau menceritakan tentang fakta kejadian di masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah. Novel sejarah dapat berupa teks naratif atau deskriptif dan disajikan dengan daya khayal penulisnya.

Pembahasan

Nilai-nilai yang terkandung dalam novel Pangeran Diponegoro adalah

1. Nilai moral (Nilai yang yang dapat memberikan atau memancarkan petuah atau ajaran yang berkaitan dengan etika atau moral.

Kutipan:

"Hm." Jan Willem van Rijnst menerka-nerka ambisi Danurejo di balik pernyataan yang kerang-keroh itu. sambil menatap lurus-lurus ke muka Danurejo, .....

Nilai moral dalam kutipan di atas adalah orang yang cerdik akan bertindak dengan pengetahuan, tetapi yang bebal akan mengumbar kebodohannya.

2. Nilai Budaya (Nilai yang dapat memberikan atau mengandung hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat, peradaban, atau kebudayaan.

Kutipan 1:

"Tuan," kata Danurejo II, menundukkan kepala untuk menunjukkan sikap rendah hati, tapi dengan meninggikan rasa percaya diri dalam niat hati untuk mengasut. "Barangkali Tuan akan menganggap enteng perkara ini. Tapi, sebaiknya Tuan ketahui-sebab maaf, Tuan masih baru di sini-bahwa kami, bangsa Jawa, sangat peka terhadap suara hati, yaitu perasaan dalam tubuh insani yang sekaligus menjadi wisesa ruhani."

Nilai budaya dalam kutipan di atas adalah bangsa Jawa sangat peka dengan suara hatinya.

Kutipan 2:

"Perasaan benci yang direka di dalam piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat, daya tahannya luar bias, dan daya serapnya amat istimewa merasuk dalam jiwa dalam sanubari dalam ruh, sepanjang hayat dikandung badan."

"Tunggu," kata Jan Willem van Rijsnt, ragu, dan rasanya asan-tak-asan. "Tuan bilang wayang dan tembang punya napas panjang? Bagaimana caranya Tuan menyimpulkan itu?"

"Maaf, Tuan Van Rijnst, perlu Tuan ketahui, wayang dan tembang berasal dari leluri Hindu-Buddha Jawa. Sekarang, setelah Islam menjadi agama Jawa, leluri wayang dan tembang itu tetap berlanjut sebagai kebudayaan bangsa. Apakah Tuan tidak melihat itu sebagai kekuatan?"

Nilai budaya dalam kutipan di atas adalah piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat merupakan kekuatan bangsa.

3. Nilai Sosial (Nilai yang berkaitan dengan tata pergaulan antara individu dalam masyarakat)

Kutipan:

Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa Jawa.

"Sugeng", kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris bengkok seperti udang rebus.

Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk. Agaknya untuk penampilan yang berhubungan dengan bahasa Belanda beschaafdheid yang lebih kurang bermakna 'tata krama santun sesuai peradaban', alih-alih Jan Willem van Rijnst sangat peduli, dan hal itu merupakan sisi menarik darinya yang jali di antara sisi-sisi lain yang menyebalkan.

Nilai sosial dari kutipan di atas tampak pada sikap Danurejo II yang tetap menghormatinya dan bersikap dengan ramah dan sopan kepada van Rijnst meski merupakan musuh dari Sultan Hamengkubuwono II. Begitu pula dengan van Rijnst yang sangat peduli dengan tata krama dalam menyambut tamunya.

4. Nilai Ketuhanan (Religi) – (Nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan atau bersumber pada nilai-nilai agama)

Kutipan:

Terlebih dulu mestilah dibilang, bahwa Jan Willem van Rijnst adalah seorang oportunis bedegong. Asalnya dari Belanda tenggara. Lahir di Heerlen, daerah Limburg yang seluruh penduduknya Katolik. Tapi, masya Allah, demi mencari muka pada pemegang kekuasaan di Hindia Belanda, sesuai dengan agama yang dianut oleh keluarga kerajaan Belanda di Amsterdam sana yang Protestan bergaris kaku Kalvinisme, maka dia pun lantas gandrung bermain-main menjadi bunglon, membiarkan hatinya terus bergerak-gerak sebagaimana air di daun talas.

Nilai ketuhanan dalam kutipan di atas adalah van Rijnst adalah seseorang yang bukan taat beragama, karena van Rijnst beragama Katolik, tetapi ketika di Hindia Belanda, ia mengikuti agama Protestan.


7. Keterkaitan nilai nilai yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro dalam kehidupan sehari hari


Jawaban:

Tetap berjuang walau dalam kesulitan demi mewujudkan cita2


8. Nilai nilai apa saja yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro beserta contoh teksnya?


Novel sejarah adalah sebuah novel yang salah satu peristiwanya atau lebih memiliki kaitan dengan peristiwa yang terjadi di masa lalu. Meski begitu, novel sejarah masih tergolong karya fiksi karena tetap melibatkan daya imajinasi penulisnya.

Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal meminta kita untuk menyebutkan nilai dalam novel sejarah Pangeran Diponegoro. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

NILAI

1. KITA TIDAK BOLEH BERDIAM DIRI KETIKA ADA PIHAK ASING YANG INGIN MERONGRONG NILAI BUDAYA DAN KEMERDEKAAN KITA

2. KITA HARUS SELALU MELESTARIKAN BUDAYA DAN TRADISI LELUHUR

3. KITA HARUS MAU MELAWAN KETIDAKADILAN SOSIAL

4. KITA TIDAK BOLEH TERLIBAT DALAM KEGIATAN PENIPUAN

Pelajari lebih lanjut

Pada materi ini, kamu dapat belajar tentang novel sejarah:

https://brainly.co.id/tugas/11117684

Detil jawaban

Kelas: VIII

Mata pelajaran: Bahasa Indonesia

Bab: Bab 6 - Novel

Kode kategori: 8.1.6

Kata kunci: nilai, novel sejarah, pangeran diponegoro


9. Nilai moral yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro


Jawaban:

manusia yang pandai akan mengambil tindakan dengan menimbang-nimbang berdasarkan pengetahuannya.maap kalo salah


10. Nilai budaya terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro


Perang Diponegoro yang juga dikenal dengan sebutan Perang Jawa (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Oorlog adalah perang besar dan berlangsung selama lima tahun (1825-1830) di Pulau Jawa, Hindia Belanda(sekarang Indonesia). Perang ini merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama masa pendudukannya di Nusantara, melibatkan pasukan Belanda di bawah pimpinan Jenderal Hendrik Merkus de Kock[7] yang berusaha meredam perlawanan penduduk Jawa di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro. Akibat perang ini, penduduk Jawa yang tewas mencapai 200.000 jiwa, sementara korban tewas di pihak Belanda berjumlah 8.000 tentara Belanda dan 7000 serdadu pribumi. Akhir perang menegaskan penguasaan Belanda atas Pulau Jawa.

11. nilai nilai yg terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro​


Jawaban:

Nilai-nilai yang terkandung dalam novel Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil antara lain:

1. Nilai moral, yakni nilai-nilai yang masuk ke dalam suatu tingkah laku, akhlak atau etika. dll

2. Nilai sosial yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan perilaku sosial antara seorang individu dalam kelompok masyarakat


12. Nilai budaya yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro


Nilai budaya yang tergantung dalam novel pangeran diponegoro  


13. Nilai nilai yang terkandung di novel sejarah pangeran diponegoro menggagas ratu adil


mengandung keberanian pangeran Diponegoro dalam melawan Bangsa Belanda

14. nilai nilai apa saja yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro dalam bentuk tabel


Nilai-nilai yang terkandung dalam novel Pangeran Diponegoro:  

1. Nilai moral (Nilai yang yang dapat memberikan atau memancarkan petuah atau ajaran yang berkaitan dengan etika atau moral.  

Kutipan:  

"Hm." Jan Willem van Rijnst menerka-nerka ambisi Danurejo di balik pernyataan yang kerang-keroh itu. sambil menatap lurus-lurus ke muka Danurejo, .....

Nilai moral dalam kutipan di atas adalah orang yang cerdik akan bertindak dengan pengetahuan, tetapi yang bebal akan mengumbar kebodohannya.  

2. Nilai Budaya (Nilai yang dapat memberikan atau mengandung hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat, peradaban, atau kebudayaan.  

Kutipan 1:  

"Tuan," kata Danurejo II, menundukkan kepala untuk menunjukkan sikap rendah hati, tapi dengan meninggikan rasa percaya diri dalam niat hati untuk mengasut. "Barangkali Tuan akan menganggap enteng perkara ini. Tapi, sebaiknya Tuan ketahui-sebab maaf, Tuan masih baru di sini-bahwa kami, bangsa Jawa, sangat peka terhadap suara hati, yaitu perasaan dalam tubuh insani yang sekaligus menjadi wisesa ruhani"  

Nilai budaya dalam kutipan di atas adalah bangsa Jawa sangat peka dengan suara hatinya.  

Kutipan 2:  

"Perasaan benci yang direka di dalam piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat, daya tahannya luar bias, dan daya serapnya amat istimewa merasuk dalam jiwa dalam sanubari dalam ruh, sepanjang hayat dikandung badan."  

"Tunggu," kata Jan Willem van Rijsnt, ragu, dan rasanya asan-tak-asan. "Tuan bilang wayang dan tembang punya napas panjang? Bagaimana caranya Tuan menyimpulkan itu?"  

"Maaf, Tuan Van Rijnst, perlu Tuan ketahui, wayang dan tembang berasal dari leluri Hindu-Buddha Jawa. Sekarang, setelah Islam menjadi agama Jawa, leluri wayang dan tembang itu tetap berlanjut sebagai kebudayaan bangsa. Apakah Tuan tidak melihat itu sebagai kekuatan?"  

Nilai budaya dalam kutipan di atas adalah piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat merupakan kekuatan bangsa.  

3. Nilai Sosial (Nilai yang berkaitan dengan tata pergaulan antara individu dalam masyarakat)  

Kutipan:  

Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa Jawa.  

"Sugeng", kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris bengkok seperti udang rebus.  

Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk. Agaknya untuk penampilan yang berhubungan dengan bahasa Belanda beschaafdheid yang lebih kurang bermakna 'tata krama santun sesuai peradaban', alih-alih Jan Willem van Rijnst sangat peduli, dan hal itu merupakan sisi menarik darinya yang jali di antara sisi-sisi lain yang menyebalkan.  

Nilai sosial dari kutipan di atas tampak pada sikap Danurejo II yang tetap menghormatinya dan bersikap dengan ramah dan sopan kepada van Rijnst meski merupakan musuh dari Sultan Hamengkubuwono II. Begitu pula dengan van Rijnst yang sangat peduli dengan tata krama dalam menyambut tamunya.  

4. Nilai Ketuhanan (Religi) – (Nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan atau bersumber pada nilai-nilai agama)  

Kutipan:  

Terlebih dulu mestilah dibilang, bahwa Jan Willem van Rijnst adalah seorang oportunis bedegong. Asalnya dari Belanda tenggara. Lahir di Heerlen, daerah Limburg yang seluruh penduduknya Katolik. Tapi, masya Allah, demi mencari muka pada pemegang kekuasaan di Hindia Belanda, sesuai dengan agama yang dianut oleh keluarga kerajaan Belanda di Amsterdam sana yang Protestan bergaris kaku Kalvinisme, maka dia pun lantas gandrung bermain-main menjadi bunglon, membiarkan hatinya terus bergerak-gerak sebagaimana air di daun talas.  

Nilai ketuhanan dalam kutipan di atas adalah van Rijnst adalah seseorang yang bukan taat beragama, karena van Rijnst beragama Katolik, tetapi ketika di Hindia Belanda, ia mengikuti agama Protestan.  

=================================================

Detil tambahan:  

Kelas: XII  

Pelajaran: Bahasa Indonesia  

Kategori: Menikmati Cerita Sejarah (Bab 2)  

Kata kunci: Teks cerita sejarah, teks Pangeran Diponegoro, nilai-nilai pada teks cerita sejarah  

Kode kategorisasi: 12.1.2


15. nilai nilai apa saja yang terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro dalam bentuk tabel


pangeran diponegoro mempunyai akhlak baik, berani, cerdas


16. sebutkan nilai"yang terkandung dalam novel sejarah pangeran Diponegoro​


Jawaban:

1.nilai sosial

2.nilai budaya

3.nilai moral

4.nilai ketuhanan


17. Sebutkan nilai-nilai yang terkandung dalam novel sejarah Pangeran Diponegoro!


Jawaban:

nilai molar ( nilai yang dapat memberikan atau memacarkan petua atau ajaran yg berkaitan dgn etika atau moral


18. Sebutkan nilai-nilai yang terkandung dalam novel sejarah Pangeran Diponegoro Menggagas Ratu Adil!


Jawaban:

1. Nilai moral, yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan akhlak atau etika. Nilai moral berkenaan dengan baik dan buruk.

2. Nilai sosial yakni nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku sosial antara individu dalam masyarakat.

3. Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkaian dengan kebiasaan, tradisi, dan adat-istiadat yang berlaku pada suatu tempat atau daerah.

4. Nilai ketuhanan yakni nilai-nilai yang berkenaan dengan ajaran atau aturan yang bersumber dari agama tertentu.


19. Nilai moral yg terkandung dalam novel sejarah pangeran diponegoro


Nilai-nilai yang terkandung dalam novel Pangeran Diponegoro:  

1. Nilai moral (Nilai yang yang dapat memberikan atau memancarkan petuah atau ajaran yang berkaitan dengan etika atau moral.  

Kutipan:  

"Hm." Jan Willem van Rijnst menerka-nerka ambisi Danurejo di balik pernyataan yang kerang-keroh itu. sambil menatap lurus-lurus ke muka Danurejo, .....

Nilai moral dalam kutipan di atas adalah orang yang cerdik akan bertindak dengan pengetahuan, tetapi yang bebal akan mengumbar kebodohannya.  

2. Nilai Budaya (Nilai yang dapat memberikan atau mengandung hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat, peradaban, atau kebudayaan.  

Kutipan 1:  

"Tuan," kata Danurejo II, menundukkan kepala untuk menunjukkan sikap rendah hati, tapi dengan meninggikan rasa percaya diri dalam niat hati untuk mengasut. "Barangkali Tuan akan menganggap enteng perkara ini. Tapi, sebaiknya Tuan ketahui-sebab maaf, Tuan masih baru di sini-bahwa kami, bangsa Jawa, sangat peka terhadap suara hati, yaitu perasaan dalam tubuh insani yang sekaligus menjadi wisesa ruhani"  

Nilai budaya dalam kutipan di atas adalah bangsa Jawa sangat peka dengan suara hatinya.  

Kutipan 2:  

"Perasaan benci yang direka di dalam piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat, daya tahannya luar bias, dan daya serapnya amat istimewa merasuk dalam jiwa dalam sanubari dalam ruh, sepanjang hayat dikandung badan."  

"Tunggu," kata Jan Willem van Rijsnt, ragu, dan rasanya asan-tak-asan. "Tuan bilang wayang dan tembang punya napas panjang? Bagaimana caranya Tuan menyimpulkan itu?"  

"Maaf, Tuan Van Rijnst, perlu Tuan ketahui, wayang dan tembang berasal dari leluri Hindu-Buddha Jawa. Sekarang, setelah Islam menjadi agama Jawa, leluri wayang dan tembang itu tetap berlanjut sebagai kebudayaan bangsa. Apakah Tuan tidak melihat itu sebagai kekuatan?"  

Nilai budaya dalam kutipan di atas adalah piranti kebudayaan, yaitu kesenian, khususnya wayang dan tembang macapat merupakan kekuatan bangsa.  

3. Nilai Sosial (Nilai yang berkaitan dengan tata pergaulan antara individu dalam masyarakat)  

Kutipan:  

Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa Jawa.  

"Sugeng", kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris bengkok seperti udang rebus.  

Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk. Agaknya untuk penampilan yang berhubungan dengan bahasa Belanda beschaafdheid yang lebih kurang bermakna 'tata krama santun sesuai peradaban', alih-alih Jan Willem van Rijnst sangat peduli, dan hal itu merupakan sisi menarik darinya yang jali di antara sisi-sisi lain yang menyebalkan.  

Nilai sosial dari kutipan di atas tampak pada sikap Danurejo II yang tetap menghormatinya dan bersikap dengan ramah dan sopan kepada van Rijnst meski merupakan musuh dari Sultan Hamengkubuwono II. Begitu pula dengan van Rijnst yang sangat peduli dengan tata krama dalam menyambut tamunya.  

4. Nilai Ketuhanan (Religi) – (Nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan atau bersumber pada nilai-nilai agama)  

Kutipan:  

Terlebih dulu mestilah dibilang, bahwa Jan Willem van Rijnst adalah seorang oportunis bedegong. Asalnya dari Belanda tenggara. Lahir di Heerlen, daerah Limburg yang seluruh penduduknya Katolik. Tapi, masya Allah, demi mencari muka pada pemegang kekuasaan di Hindia Belanda, sesuai dengan agama yang dianut oleh keluarga kerajaan Belanda di Amsterdam sana yang Protestan bergaris kaku Kalvinisme, maka dia pun lantas gandrung bermain-main menjadi bunglon, membiarkan hatinya terus bergerak-gerak sebagaimana air di daun talas.  

Nilai ketuhanan dalam kutipan di atas adalah van Rijnst adalah seseorang yang bukan taat beragama, karena van Rijnst beragama Katolik, tetapi ketika di Hindia Belanda, ia mengikuti agama Protestan.  

=================================================

Detil tambahan:  

Kelas: XII  

Pelajaran: Bahasa Indonesia  

Kategori: Menikmati Cerita Sejarah (Bab 2)  

Kata kunci: Teks cerita sejarah, teks Pangeran Diponegoro, nilai-nilai pada teks cerita sejarah  

Kode kategorisasi: 12.1.2


20. Sebutkan nilai yang terkandung dalam novel sejarah Pangeran Diponegoro!


Jawaban:

orang cerdik dan cekatan bertindak dengan berdasarkan pengetahuan, serta bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.

Penjelasan:

Nilai moral yaitu nilai-nilai dalam cerita yang berkaitan dengan akhlak atau etika.

maaf kalau salah


Video Terkait


Belum ada Komentar untuk "Nilai Nilai Yang Terkandung Dalam Novel Sejarah Pangeran Diponegoro"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel